“Satu-satunya harapan kami adalah berapa banyak tangan yang akan kita temukan, berapa banyak jari yang akan kita temukan, dan berapa banyak kaki yang akan kita temukan. Hanya itu,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Sebagian besar bangunan mal megah, beridri dl lahan seluas lebih besar dari lapangan sepak bola, hancur menjadi tumpukan abu dan puing-puing.
Sementara itu para relawan menggali puing-puing dan menemukan jenazah manusia yang hangus bahkan tersisa tulang. Mereka memasukkannya ke kantong jenazah sebelum mengirim ke rumah sakit untuk pengujian DNA.
Pejabat kepolisian setempat Syed Asad Raza mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan 15 sampel DNA untuk membantu identifikasi jenazah.
Sejauh ini belum ada tanggapan dari manajemen Gul Plaza terkait kebakaran itu, terutama merespons spekulasi soal lemahnya sistem darurat kebakaran pada bangunan.
Kebakaran ini merupakan yang terbesar di Karachi sejak kawasan industri terbakar pada 2012, menewaskan lebih dari 260 orang.