BUDAPEST, iNews.id – Hongaria bakal memperketat referensi tentang gender dalam konstitusinya. Langkah tersebut menyusul meningkatnya retorika anti-LGBT di negara Eropa Tengah itu.
Dalam rancangan amendemen konstitusi yang diserahkan Menteri Kehakiman Hongaria, Judit Varga, ke parlemen, Selasa (10/11/2020), terdapat usulan untuk memperkenalkan definisi bahwa “ibu adalah perempuan, ayah adalah laki-laki”. Selain itu, rancangan amendemen itu juga memuat pasal yang menetapkan jenis kelamin definitif seseorang hanya pada saat dia lahir.
“Hongaria melindungi hak anak-anak atas identitas diri menurut jenis kelamin mereka,” kata Varga, dikutip AFP, Rabu (11/11/2020).
“(Rancangan amendemen Itu) memastikan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai berdasarkan identitas konstitusional Hongaria dan budaya Kristen,” ujarnya.
Konstitusi Hongaria dibuat ulang segera setelah Perdana Menteri Viktor Orban berkuasa pada 2010. Dokumen perubahan konstitusi yang ada mendefinisikan pranata perkawinan hanya antara laki-laki dan perempuan.
Amendemen terbaru yang diusulkan kali ini (yang kesembilan sejak 2012) muncul ketika sentimen antigay di Hongaria semakin meningkat tahun ini. Pada September lalu, sebuah buku dongeng anak-anak yang berisi beberapa karakter homoseksual dimusnahkan di depan umum oleh seorang politikus setempat.