Hizbullah Ungkap 5.000 Pejuangnya Tewas tapi Siap Perang Lagi Lawan Israel

Anton Suhartono
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengungkap jumlah korban besar yang diderita kelompoknya dalam perang melawan Israel tahun lalu (Foto: AP)

Namun Qassem menolak seluruh gagasan tersebut, dengan menegaskan bahwa akar masalah adalah agresi Israel yang tak pernah berhenti.

"Selesaikan dulu agresi mereka, baru kita bicara soal senjata," ujarnya.

Perang Berdarah, tapi Semangat Tak Luntur

Pengakuan jumlah korban tewas dan luka dari Hizbullah ini menjadi bukti bahwa perang November 2024 silam membawa dampak besar. Perang itu juga menewaskan pemimpin legendaris Hizbullah, Hassan Nasrallah, pendahulu Qassem.

Meski begitu, Hizbullah menunjukkan sikap pantang mundur. Qassem menyebut organisasinya tetap solid, persenjataan telah dipulihkan, dan seluruh struktur komando dalam kondisi siap tempur.

Pernyataan ini jelas menjadi sinyal bagi Israel dan sekutunya bahwa ketegangan di perbatasan Lebanon bisa meledak sewaktu-waktu, jika diplomasi gagal meredakan situasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!

57 tahun lalu

Israel Akui Dibom Habis-habisan Iran: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal