Musk pun merespons di akun media sosial X, menyampaikan terima kasih kepada Trump atas dukungannya.
Sehari kemudian, Selasa (11/3/2025), Trump memenuhi janjinya. Dia juga mengancam akan memasukkan para pelaku demonstrasi dan penyerangan terhadap dealer Tesla dalam daftar teroris dalam negeri seraya bersumpah akan menjatuhkan hukuman berat.
"Jika Anda melakukannya pada Tesla, terhadap perusahaan lain, kami akan menangkap Anda, Anda akan merasakan neraka," kata Trump, di Gedung Putih.
Pada kesempatan itu dia membeli mobil listrik Tesla Model S berkelir merah dan diparkir di Gedung Putih. Dia berharap aksinya itu bisa meningkatkan penjualan produk Tesla yang sedang lesu.
Kapitalisasi pasar Tesla telah berkurang lebih dari setengahnya sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa yakni sebesar 1,5 triliun dolar pada 17 Desember 2024. Kondisi itu melenyapkan sebagian besar keuntungan yang diperoleh saham tersebut setelah Musk membantu membiayai kemenangan Trump dalam Pilpres AS 2024.
Penurunan saham sejak Desember dipicu oleh lesunya penjualan dan laba, protes terhadap aktivitas politik Musk, serta kekhawatiran para investor bahwa aktivitas politik akan mengalihkan perhatian orang terkaya di dunia dari mengurus bisnisnya.