"Pada tahap ini kami tidak bisa berspekulasi soal motif serangan. Ini masih dalam penyelidikan dan tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat aman dan memberikan keadilan bagi para korban," bunyi pernyataan Kepolisian West Midlands.
Kepolisian West Midlands kemudian mengeluarkan pernyataan terbaru, pihaknya mendapat bantuan dari unit anti-terorisme dalam mengungkap kasus ini.
Keluarga Rayaz mengatakan kepada surat kabar Daily Mail, korban dirawat di rumah sakit dengan luka bakar serius di dada, wajah dan tangan. Mereka juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Pelaku mendekati Rayaz dan sempat bertanya, "Apakah Anda berbicara bahasa Arab?"
Pertanyaan dijawab korban bahwa dirinya hanya bisa berbicara bahasa Punjabi. Setelah itu Rayaz disemprot dengan zat yang tidak diketahui kemudian disulut api.
Serangan itu memicu kekhawatiran di daerah tersebut, memaksa kepolisian untuk meningkatkan patroli. Para pemimpin Muslim juga mengkhawatirkan serangan tersebut terus meluas karena bisa menginspirasi orang lain.