Heboh! Tentara Israel Rusak Patung Yesus di Lebanon, Picu Kecaman Global

Anton Suhartono
Ilustrasi tentara Israel merusak patung Yesus Kristus menggunakan palu di Lebanon memicu kecaman global (Foto: AP)

Kini media sosial telah mengungkap perilaku sebenarnya Israel terhadap dunia.

Mantan anggota Kongres Partai Republik, Marjorie Taylor Greene juga menyoroti, Israel menerima miliaran dolar untuk bantuan militer dari AS setiap tahun.

“Sekutu terbesar kita yang meraup miliaran dolar pajak dan senjata kita setiap tahun,” tulisnya, dalam komentar di media sosial X, menanggapi foto menunjukkan seorang tentara Israel menghancurkan kepala patung Yesus.

Perusakan patung tersebut berlangsung di dekat Kota Debl, Lebanon Selatan.

“Saya mengutuk tindakan tersebut dengan sekeras-kerasnya. Otoritas militer sedang melakukan penyelidikan kriminal atas masalah ini dan akan mengambil tindakan disiplin yang sesuai dan keras terhadap pelaku,” kata Netanyahu.

Israel jarang meminta pertanggungjawaban tentaranya atas pelanggaran, bahkan meskipun terdokumentasikan oleh foto dan video, termasuk kekerasan seksual. Ini terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon.

Lebanon merupakan negara dengan populasi pemeluk Kristen terbesar di Timur Tengah. Bahkan Presiden Joseph Aoun seorang Katolik Maronit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Sebut Iran Akan Diterpa Masalah Lebih Dahsyat jika Tolak Berunding

Internasional
3 jam lalu

Satu per Satu Menteri Mundur dari Pemerintahan Trump, kini Giliran Menaker AS

Internasional
4 jam lalu

Israel Kirim Dubes untuk Somaliland, Picu Kecaman Organisasi Kerja Sama Islam

Internasional
5 jam lalu

Politisi Polandia yang Tunjukkan Bendera Israel Berlogo Nazi di Parlemen Dihukum

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal