Pada pekan pertama Juli ini, video yang diunggah ke media sosial dengan tagar #fakecovidtest menunjukkan sejumlah remaja mempraktikkan berbagai cairan untuk tes cepat antigen Covid-19. Sampai hari ini, video tersebut telah mendulang jutaaan penayangan, menurut laporan media.
Sejak Maret lalu, sekolah-sekolah di Inggris meminta setiap siswa tanpa gejala untuk melakukan tes Covid-19 dua kali seminggu. Hasil tes positif salah satu siswa saja dapat menyebabkan seluruh peserta didik di kelas yang sama mengisolasi diri di rumah.
Setelah keluarnya hasil penelitian terbaru, peneliti menyarankan kepada Pemerintah Inggris bahwa pengujian Covid terhadap siswa harus dilakukan pertama kali di pagi hari, sebelum mereka mengonsumsi makanan atau minuman apa pun. “Bahkan, (siswa-siswa) diawasi jika memungkinakan,” kata peneliti, dikutip kembali Alarabiyah.