Beberapa saat sebelum kejadian itu, Brigitte membaca pesan Farahani di ponsel Macron.
Menurut Tardif, hal yang menyakitkan Brigitte bukan sekadar isi pesan Macron, tapi dia seperti dikhianati.
“Dia (Brigitte) merasa dirinya dihapus,” kata Tardif, mengutip keterangan sang ibu negara kepada rekannya, saat mengomentari isi pesan tersebut.
Sementara itu perwakilan Brigitte membantah laporan tamparan tersebut terkait hubungan Macron dengan Farahani. Bantahan itu sudah disampaikan langsung kepada Tardif pada 5 Maret, jauh sebelum buku terbit.
Dia menegaskan, Ibu Negara bersikeras tidak akan pernah memeriksa ponsel suaminya.