Heboh, Data Medis Perdana Menteri Singapura dan 1,5 Juta Warga Dicuri

Anton Suhartono
Lee Hsien Loong (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Serangan siber terhadap data pemerintah menghebohkan Singapura. Sekitar 1,5 juta data medis warga Singapura dicuri dalam serangan besar-besaran ini.

Bahkan, database berisi informasi rekam medis Perdana Menteri Lee Hsien Loong pun ikut dicuri.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, serangan ini disengaja, tepat sasaran, dan direncanakan dengan baik itu. 

Target pelaku adalah pasien yang berkunjung ke klinik atau rumah sakit antara Mei 2015 hingga 4 Juli 2018.

"Itu bukan pekerjaan peretas biasa atau kelompok kriminal," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Reuters, Jumat (20/7/2018).

Para pelaku bahkan menargetkan perincian tentang Lee dan obat-obatan yang dia terima.

"Para pelaku secara khusus dan berulang kali mengincar data pribadi Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan informasi mengenai rawat jalan dan obat-obatannya."

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gugatan Ditolak Pengadilan Singapura, Proses Ekstradisi Paulus Tannos Berlanjut

57 tahun lalu

Gugatan Paulus Tannos Ditolak Pengadilan Singapura, Bisa Diekstradisi ke Indonesia

57 tahun lalu

Pidato di Singapura, AHY: Infrastruktur adalah Kunci Masa Depan Keberlanjutan

57 tahun lalu

Menlu Singapura Ajak RI-Malaysia Perbarui Kerja Sama Sijori, Dongkrak Investasi Kawasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal