Hasil Pilpres AS 2020 Berpotensi Ganggu Kepentingan Israel, Bisa Untungkan Iran

Arif Budiwinarto
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman. (foto: Times of Israel)

Pada Mei 2018, Trump menarik AS dari kesepakatan yang memberikan keringanan sanksi kepada Iran atas jaminan yang diverifikasi oleh PBB. Trump beralasan kesepakatan itu memungkinkan Iran berani meningkatkan aksi teror dengan pengembangan senjata nuklirnya.

Amerika Serikat belum lama ini gagal mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB memperpanjang sanksi Iran. Namun, Trump menegaskan Washington akan menempuh cara terakhir yakni mengaktifkan snapback untuk 'menghukum Iran atas pengembangan senjata nuklir."

Friedman mengakui hasil pilpres AS pada November mendatang akan sangat berdampak pada kepentingan negara-negara di kawasan Teluk serta tak menutup kemungkinan perubahan kebijakan Washington pada Iran.

"Jika Biden menang, kami akan melihat perubahan kebijakan yang menurut saya pribadi salah dan berdampak buruk bagi kawasan, termasuk Israel, Arab Saudi, Bahrain, Qatar dan Kuwait," lanjutnya.

Keberhasilan Amerika Serikat memfasilitasi normalisasi hubungan diplomatik Israel dengan dua negara Teluk, Uni Emirat Arab (UEA) dab Bahrain, pada bulan lalu berasal dari keprihatinan negara-negara Teluk atas potensi ancaman Iran," tambahnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
2 jam lalu

Perang Makin Sengit! Rudal Iran Mulai Tembus Sistem Pertahanan AS, Pangkalan Porak-poranda

8 jam lalu

Serangan AS ke Iran Tewaskan 53 Orang, Ratusan Luka

9 jam lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

11 jam lalu

AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal