Hasil Analisis PBB: Rudal Anti-Tank Libya Mirip Rudal Dehlavieh Buatan Iran

Arif Budiwinarto
Rudal anti-tank Dehlavieh yang dikembangkan oleh Iran. (foto: Al-Arabiya)

"Berdasarkan analisis Sekretariat PBB dari foto-foto yang dikirimkan, Sekretariat PBB menyimpulkan salah satu dari empat peluru kendali anti-tank memiliki karakteristik yang konsisten dengan Dehlavieh yang diproduksi Iran. Meskipun tidak ada tanggal produksi rudal anti-tank yang diamati," kata Guterres. 

"Sekretariat PBB tidak dapat memastikan apakah peluru kendali anti-tank ini telah dipindahkan ke Libya dengan cara yang tidak sesuai dengan resolusi 2231 (2015)," lanjutnya. 

Embargo senjata Iran telah berakhir pada Oktober lalu

Dewan Keamanan (DK) PBB yang beranggotakan 15 negara melarang ekspor senjata oleh Iran pada tahun 2007.

Berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan global yang diabadikan dalam resolusi Dewan Keamanan, embargo senjata Iran dicabut pada Oktober tahun ini. 

Meskipun Amerika Serikat menentang keras dan berupaya memicu kembali embargo senjata melalui skenario snapback, Iran menegaskan akan lebih banyak membeli daripada menjual senjata di masa mendatang. 

Libya juga telah menjadi sasaran embargo senjata PBB sejak 2011. Para ahli independen PBB melaporkan secara terpisah kepada Dewan Keamanan tentang implementasi langkah-langkah tersebut.

Guterres juga mengatakan kepada dewan bahwa - berdasarkan analisis fotografi - 476.000 butir amunisi 7,62 mm, yang disita oleh pasukan Australia pada Juni 2019 di perairan internasional di lepas Teluk Oman, tampaknya tidak diproduksi oleh Iran.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

57 tahun lalu

PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal