Harga Minyak Mentah Melonjak usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Aditya Pratama
Harga minyak mentah dunia melonjak pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi setelah Presiden AS Donald Trump merespons negatif jawaban Iran atas proposal damai. (Foto: AP)

Harga energi telah berfluktuasi liar sejak awal konflik, sementara minyak mentah Brent telah naik kembali di atas 100 dolar AS per barel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April.

Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas global, telah ditutup secara efektif setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba menyeberanginya sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel.

Perusahaan-perusahaan energi besar telah melihat keuntungan mereka melonjak seiring dengan naiknya harga minyak dan gas di pasar global.

Pada hari Minggu, Saudi Aramco mengatakan pendapatannya telah melonjak lebih dari 25 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Selain itu, BP pada bulan lalu melaporkan bahwa keuntungannya untuk tiga bulan pertama tahun 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara Shell mengumumkan pekan lalu bahwa pendapatannya telah melonjak.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Iran Respons Proposal AS untuk Akhiri Perang, Begini Tanggapan Trump

Internasional
3 hari lalu

Konflik AS-Iran Pecah Lagi, Trump: Iran Permainkan Kita!

Internasional
3 hari lalu

Harga Minyak Mentah Melonjak usai AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Internasional
3 hari lalu

AS Lumpuhkan 2 Kapal Tanker Raksasa Iran, Dicegat di Teluk Oman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal