TEL AVIV, iNews.id - Survei terbaru di Israel mengungkap hampir separuh warga mendukung dimulainya kembali operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, meski langkah tersebut berpotensi memicu benturan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hasil polling yang dilakukan Universitas Ibrani Yerusalem dan dirilis surat kabar The Times of Israel pada Minggu (21/6/2026) menunjukkan, 48,2 persen responden mendukung serangan baru ke Lebanon. Sebaliknya, hanya 20,9 persen yang menentang, sementara sisanya memilih tidak memberikan jawaban pasti.
Temuan ini menunjukkan masih kuatnya dukungan publik Israel terhadap opsi militer di kawasan, meskipun negara tersebut baru saja menyelesaikan perang dengan Iran dan tengah menghadapi tekanan internasional untuk menjaga stabilitas regional.
Perang Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon menjadi ganjalan, berisiko membatalkan perjanjian damai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasalnya, Lebanon masuk dalam poin MoU pernjanjian damai AS-Iran yang diteken Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 19 Juni lalu.
Survei yang sama juga mengungkap pandangan pesimistis warga Israel terhadap hasil perang melawan Iran. Sebanyak 92,1 persen responden meyakini Iran sebagai pihak yang memenangkan konflik tersebut.