“Kesehatan bayi sangat penting bagi masa depan setiap masyarakat, dan bukti terbaru ini menunjukkan risiko yang sangat tinggi bagi bayi yang lahir di Asia Selatan dan Sub-Sahara Afrika,” kata Presiden HEI, Dan Greenbaum, dilansir AFP, Rabu (21/10/2020).
“Meskipun telah terjadi penurunan ketergantungan rumah tangga pada bahan bakar berkualitas buruk secara perlahan dan stabil, polusi udara dari bahan bakar ini terus menjadi faktor kunci dalam kematian bayi baru lahir,” ucapnya.
Secara keseluruhan, laporan tersebut menemukan bahwa polusi udara menyebabkan 6,7 juta kematian di seluruh dunia pada 2019, menjadikannya penyebab utama kematian keempat setelah tekanan darah tinggi, penggunaan tembakau, dan risiko makanan.