GAZA, iNews.id - Tentara Israel yang mati di Gaza sejak 27 Oktober lalu terus bertambah. Menurut catatan, jumlahnya kini sudah hampir dua kali lipat dibandingkan pasukan zionis yang mati saat serangan darat mereka ke wilayah kantong Palestina itu pada 2014.
Menurut laporan Reuters, kondisi tersebut mencerminkan seberapa jauh militer Israel telah memasuki Gaza, di samping penggunaan taktik gerilya dan perluasan persenjataan yang efektif oleh Hamas.
Sejumlah pakar militer Israel, seorang komandan zionis, serta salah satu sumber Hamas menggambarkan bagaimana kelompok Palestina itu menggunakan persediaan senjata mereka dalam jumlah besar. Pengetahuan para pejuang Hamas tentang medan dan jaringan terowongan yang luas untuk mengubah jalan-jalan di Gaza menjadi labirin yang mematikan.
Mereka mempunyai senjata mulai dari drone yang dilengkapi granat hingga senjata anti-tank dengan muatan ganda yang kuat.
Pada Minggu (17/12/2023) ini, militer Israel menyatakan sudah 121 tentaranya tewas sejak operasi darat zionis dimulai di Gaza pada 27 Oktober, kala tank-tank dan pasukan infanteri mulai masuk ke kota-kota dan kamp-kamp pengungsi di wilayah pesisir Palestina itu.