Hamas Sebut Tony Blair Seharusnya Diseret ke Pengadilan Internasional, Bukan Pimpin Gaza

Anton Suhartono
Hamas menolak keras penunjukan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pemimpin pemerintahan transisi di Jalur Gaza (Foto: Newsweek)

GAZA, iNews.id - Hamas menolak keras usulan penunjukan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pemimpin pemerintahan transisi di Jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina itu menegaskan Blair bukan sosok yang layak memimpin, melainkan orang yang seharusnya diadili di pengadilan internasional.

Anggota biro politik Hamas, Husam Badran, dalam pernyataannya di Telegram menyebut kehadiran Blair sebagai “pertanda buruk” bagi rakyat Palestina.

Dia menegaskan Blair memiliki catatan hitam, terutama perannya dalam perang Irak 2003-2011.

“Tony Blair tidak pantas dipercaya memimpin Gaza. Dia seharusnya diadili di pengadilan internasional atas kejahatan perang dan kehancuran yang ditimbulkannya di Irak,” kata Badran, dikutip Selasa (30/9/2025).

Badran bahkan menyebut Blair sebagai “saudara kandung setan” yang tidak pernah membawa kebaikan bagi perjuangan Palestina, bangsa Arab, maupun umat Islam. Dia menegaskan, peran Blair selama puluhan tahun hanya meninggalkan luka dan kerusakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Kirim Bantuan Udara ke Palestina, Seskab Teddy: Tak Semua Negara Mampu

57 tahun lalu

Uni Eropa Kutuk Rencana Netanyahu Rebut 70% Wilayah Gaza

57 tahun lalu

Netanyahu Perintahkan Militer Israel Kuasai 70% Wilayah Gaza, Ini Kata Hamas

57 tahun lalu

Israel Ingin Kuasai 70% Wilayah Gaza, Jutaan Penduduk Terkurung di Pesisir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal