Hamas Sebut Proposal Gencatan Senjata Trump Meragukan

Anton Suhartono
Hamas masih mengkaji proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden Donald Trump (Foto: AP)

Trump sebelumnya merilis 20 poin rencana perdamaian Gaza dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 29 September lalu. Proposal tersebut antara lain mencakup gencatan senjata penuh, pembentukan pemerintahan transisi Gaza yang diawasi badan internasional baru, hingga program rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang.

Salah satu poin paling kontroversial adalah pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Trump serta menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pemimpin transisi wilayah kantong tersebut. 

Selain itu, Trump mensyaratkan Hamas membebaskan seluruh sandera Israel dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan ditandatangani. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan ribuan tahanan Palestina dari penjara.

Meski Trump memberikan waktu 3 hingga 4 hari untuk merespons, Hamas menegaskan tidak ingin dipaksa membuat keputusan terburu-buru. Keraguan Hamas mungkin menyangkut skema pengawasan internasional serta jaminan terhadap hak-hak Palestina di masa depan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

2 jam lalu

Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC

7 jam lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Bangun Permukiman Yahudi di Gaza

2 hari lalu

Legenda Spanyol Dicekal Masuk AS jelang Final Piala Dunia 2026, Minta Bantuan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal