Trump sebelumnya merilis 20 poin rencana perdamaian Gaza dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 29 September lalu. Proposal tersebut antara lain mencakup gencatan senjata penuh, pembentukan pemerintahan transisi Gaza yang diawasi badan internasional baru, hingga program rekonstruksi wilayah yang porak-poranda akibat perang.
Salah satu poin paling kontroversial adalah pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Trump serta menunjuk mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pemimpin transisi wilayah kantong tersebut.
Selain itu, Trump mensyaratkan Hamas membebaskan seluruh sandera Israel dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan ditandatangani. Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan ribuan tahanan Palestina dari penjara.
Meski Trump memberikan waktu 3 hingga 4 hari untuk merespons, Hamas menegaskan tidak ingin dipaksa membuat keputusan terburu-buru. Keraguan Hamas mungkin menyangkut skema pengawasan internasional serta jaminan terhadap hak-hak Palestina di masa depan.