GAZA, iNews.id - Kelompok perlawanan PalestinaHamas, Minggu (21/1/2024), merilis laporan setebal 16 halaman berisi latar belakang operasi Badai Al Aqsa. Operasi tersebut dimulai pada 7 Oktober dengan melakukan serangan lintas batas ke wilayah Israel yang membuka mata dunia, hingga memicu perang sampai hari ini.
Laporan berjudul 'Narasi Kami... Operasi Banjir Al-Aqsa' itu juga membantah beberapa pernyataan pihak Israel serta mengungkap kebohongan-kebohongan pemerintahan Zionis Yahudi itu.
Disebutkan, operasi Badai Al Aqsa merupakan langkah penting dan respons atas rencana Israel untuk melenyapkan perjuangan Palestina, mewujudkan kemerdekaan, merampas tanah, Yahudisasi terhadap tanah Palestina, serta merebut kendali penuh atas Masjid Al Aqsa dan tempat-tempat suci lainnya.
Selain itu operasi Badai Al Aqsa juga langkah strategis untuk meringankan blokade atas di Jalur Gaza yang sudah berlangsung sejak 2007, melepaskan diri dari penjajahan Israel, serta memulihkan hak-hak nasional, mencapai kemerdekaan, menentukan nasib Palestina, dan mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Hamas mengakui selama operasi tersebut ada beberapa kesalahan yang muncul akibat rusaknya sistem keamanan dan militer Israel, menyebabkan kekacauan di sepanjang wilayah perbatasan dengan Gaza.