Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, mengonfirmasi bahwa Alexander akan bebas hari ini.
"Brigade Al Qassam telah memutuskan untuk membebaskan tentara Zionis yang ditawan dan memegang kewarganegaraan AS, Edan Alexander, hari ini, Senin 12 Mei," bunyi pernyataan Al Qassam, di Telegram.
Hamas membuat keputusan itu setelah melakukan perundingan langsung dengan AS di Doha yang juga diikuti dia dua mediator Mesir dan Qatar.
Kabar mengejutkan bahwa AS dan Hamas melakukan perundingan langsung tanpa melibatkan Israel tersebut muncul menjelang kunjungan Trump ke Timur Tengah pekan ini. Trump akan berkunjung ke Arab Saudi untuk mengikuti KTT Teluk-AS, disusul Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. Dia dipastikan tak akan singgah ke Israel.
Qatar dan Mesir memuji keputusan Hamas untuk membebaskan Alexander dengan menyebutnya sebagai langkah menggembirakan menuju kembalinya perundingan gencatan senjata.