Nick juga mengaku sangat senang dengan keberadaan Madrasah Digital. Sebab, sejak pelatihan pertama yang digelar di Yogyakarta pada Oktober 2018, Madrasah Digital yang digawangi Muhammad Fakhruddin terus mengalami perkembangan yang baik.
“Madrasah Digital terus berkembang, saya sangat kagum melihat semangat rekan-rekan. Senang sekali hari ini ada lebih dari 60 alumni Madrasah Digital yang berkumpul di sini, tuturnya.
Sementara Abdul Mu'ti mengungkapkan, menjadi sebuah kebahagian bisa bersilaturahmi dengan peserta dan beberapa alumni IVLP lintas generasi. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah itu menguraikan mengenai tradisi berkaitan dengan tingkat kesopanan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi internet.
Dalam survei yang dirilis Microsoft tahun lalu, disebutkan bahwa warganet Indonesia berada di peringkat bawah, yaitu di urutan 29 dari 32 negara. Laporan ini menyimpukan bahwa warganet Indonesia cenderung tidak baik atau berperilaku buruk ketika online.
“Civility itu bicara kesantunan, keadaban suatu bangsa. Kalau dulu ada ungkapan bahasa menunjukkan sebuah bangsa, sekarang ada ungkapan baru, kepribadian kita bisa dilihat dari kita dalam menggunakan teknologi,” kata Mu'ti.
Karena itu pula, dalam Madrasah Digital kali ini, ia mengajak kaum millenial untuk memanfaatkan sebaik mungkin dalam membangun relasi. Yakni memanfaatkannya semata-mata untuk suatu tujuan yang positif sekaligus untuk menunjang berbagai kegiatan.