Jerman juga menyetujui pengiriman senjata ke Ukraina sejak akhir Februari. Sejauh ini Jerman telah mengirim 2.500 rudal anti-pesawat, 900 peluncur rudal anti-tank dan 3.000 roket, 100 senapan mesin, 15 peluncur roket anti-struktur dan 50 roket, sekitar 100.000 granat tangan, 2.000 ranjau, 5.300 unit bahan peledak, dan 16 juta peluru berbagai kaliber.
Namun Jerman belum memasok persenjataan berat ke Ukraina seperti tank, artileri, dan kendaraan lapis baja lainnya, meski memberi izin pengiriman kendaraan usang.
Sebelumnya, pejabat kekanseliran Polandia Michal Dworczyk mengatakan negaranya menempati urutan kedua setelah AS sebagai negara yang memasok persenjataan ke Ukraina. Sebelumnya, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki membeberkan persenjataan yang sudah dipasok ke Ukraina, seperti sistem anti-pesawat dan anti-kendaraan lapis baja, serta senjata berat lainnya dan amunisi.
Dia menyebut nilai bantuan militer Polandia ke Ukraina telah melampaui 1,6 miliar dolar.