JAKARTA, iNews.id — Upaya internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, kembali menguat melalui misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Inisiatif lintas negara ini menjadi salah satu jalur distribusi bantuan di tengah situasi blokade yang masih membatasi akses masuk ke wilayah tersebut.
Misi GSF 2.0 melibatkan kolaborasi berbagai organisasi sipil dari sejumlah negara, termasuk partisipasi lembaga kemanusiaan asal Indonesia. Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan medis, bahan pangan, hingga perlengkapan darurat yang dibutuhkan warga Gaza.
Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengatakan bahwa akses bantuan ke Gaza hingga kini masih menghadapi tantangan besar. Menurutnya, kolaborasi global menjadi kunci agar distribusi bantuan tetap berjalan.
"Kondisi di Gaza masih berada dalam situasi blokade yang panjang. Melalui gerakan global seperti ini, kami ingin mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat," ujar Jajang dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, GSF 2.0 tidak hanya mengandalkan armada laut, tetapi juga memanfaatkan jalur darat sebagai alternatif distribusi. Pendekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, termasuk pembatasan akses yang kerap terjadi.