Giliran Republik Ceko Usir 18 Diplomat Rusia terkait Ledakan Gudang Amunisi

Anton Suhartono
Republik Ceko mengusir 18 diplomat Rusia terkait tuduhan keterlibatan intelijen dalam ledakan gudang amunisi pada 2014 (Foto: Reuters)

Kepolisian Ceko mengungkap Petrov dan Boshirov, nama kelahirannya diidentifikasi oleh pemerintah Inggris sebagai Alexander Mishkin dan Anatoly Chepigas, juga menggunakan paspor Moldova atas nama Nicolai Popa dan paspor Tajik atas nama Ruslan Tabarov.

Menurut polisi, kedua pria tersebut diyakini berada di Ceko dari 11 hingga 16 Oktober 2014, saat terjadinya ledakan. Terkait temuan ini Hamacek memutuskan untuk mengusir semua staf kedubes Rusia yang jelas teridentifikasi sebagai anggota intelijen, baik SVR maupun GRU.

Kedua orang itu juga dituduh terlibat dalam pembunuhan mantan agen ganda Sergei Skripal di Inggris pada 2018. Skripal dan putrinya, Yulia, diracuni menggunakan zat kimia pelumpuh saraf Novichok di Kota Salisbury pada Maret 2018. Insiden itu memicu gelombang pengusiran diplomat Rusia terbesar dari negara-negara Barat sejak Perang Dingin.

Kremlin membantah keterlibatan Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov dalam upaya pembunuhan Skripal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal