Menteri Informasi Suriah, Hamza al-Mostafa, mengecam keras serangan bom bunuh diri tersebut dan menyebutnya sebagai aksi teror pengecut. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk melawan kelompok kriminal bersenjata dan menjamin keamanan semua warga negara, tanpa memandang latar belakang agama atau etnis.
"Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menyatukan kita," tulis al-Mostafa dalam pernyataan di platform X.
"Kami tidak akan mundur dari komitmen kami terhadap kesetaraan kewarganegaraan. Kami tegaskan bahwa negara akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk memerangi organisasi kriminal dan melindungi rakyat dari ancaman terhadap keselamatan mereka," kata al-Mostafa.
Sementara Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, juga mengecam keras serangan bom bunuh diri di gereja itu dan menyebutnya sebagai kejahatna keji. Dia mendesak penyelidikan atas serangan tersebut dan langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengadili para pelaku.
Sejumlah negara juga mengutuk keras serangan tersebut, termasuk negara tetangga Turki. Mereja menyebut aksi bom bunuh diri itu upaya untuk mengganggu upaya mencapai stabilitas dan keamanan di Suriah pasca-pengunduran diri Bashar al-Assad pada akhir 2024 lalu.