"Kami membagikan tablet anti-radiasi, iodium," tuturnya.
Puluhan warga Marhanets antre untuk mengambil tablet di gudang balai kota pada Jumat pagi.
“Setengah tablet sekali sehari. Ini bisa melindungi kelenjar tiroid dari radiasi," kata Brokovik.
Kota berpenduduk sekitar 50.000 jiwa itu serta daerah di sekitarnya akan sangat terdampak parah jika PLTN hancur. Dia memperingatkan evakuasi penduduk tidak mungkin untuk saat ini karena wilayah lain juga dalam kondisi perang.
“Kami tidak akan pernah bisa mengevakuasi semua warga ketika terjadi perang. Kami tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Kami tidak tahu apa yang akan dilakukan Rusia selanjutnya," ujarnya.
Jika PLTN Zaporizhzhia hancur, dampaknya akan 10 kali lipat lebih parah dari ledakan Chernobyl pada 1986. Sedikitnya 50 orang tewas dan ribuan lainnya menderita penyakit akibat terpapar radiasi.