Sementara, Kementerian Pertahanan Saudi pada hari ini menyatakan bakal mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi ekspor minyak kerajaan padang pasir itu.
“Serangan ini mengonfirmasi penolakan milisi Houthi terhadap semua upaya politik untuk mengakhiri krisis,” ujar Jubir Kemhan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, dalam sebuah pernyataan.
Arab Saudi dan Amerika Serikat sebelumnya mendesak Houthi untuk menerima inisiatif gencatan senjata—yang menurut Riyadh juga akan mencakup pembukaan kembali Bandara Sanaa dan mengizinkan impor bahan bakar dan makanan melalui Pelabuhan Hodeidah. Baik Sanaa maupun Hodeidah, keduanya berada di bawah kendali Houthi.
Namun, ketua negosiator Houthi menilai tawaran Saudi itu tidak memenuhi permintaan mereka untuk mencabut total blokade udara dan laut. Kedati demikian, kelompok itu akan terus berunding dengan Arab Saudi, Amerika Serikat, dan mediator Oman untuk mengejar tujuan kesepakatan damai.