"Akibat aktivitas aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Pasifik. Gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust-Fault)," ucap Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya.
Menurut hasil analisis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia dihimbau agar tetap tenang.
"Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," tuturnya.