Kim juga tidak menyampaikan pidato, berbeda dengan saat Oktober lalu. Saat itu dia membanggakan kemampuan nuklir negaranya serta memamerkan rudal balistik antarbenua yang tidak pernah terlihat sebelunya.
"Barisan pencegahan epidemi darurat dan Kementerian Kesehatan Masyarakat dengan antusiasme patriotik menampilkan keunggulan sistem sosialis di seluruh dunia, sambil dengan tegas melindungi keamanan negara dan rakyatnya dari pandemi," bunyi laporan KCNA.
Ini merupakan kali pertama sejak 2013 Korea menggelar melibatkan Pasukan Garda Merah Pekerja-Petani. Kesatuan ini merupakan pasukan cadangan yang dibentuk setelah keluarnya tentara China yang saat itu membantu Korut dalam perang 1950-1953.
Pengamat Korut dari Universitas Studi Korea Utara, Seoul, Yang Moo Jin, menilai tidak adanya senjata strategis dalam parade ini menunjukkan bahwa Korut fokus pada pasukan keamanan publik dan masalah dalam negeri seperti penanganan Covid-19 dan perbaikan ekonomi.
"Parade tampaknya dirancang secara ketat sebagai festival dalam negeri yang bertujuan untuk mempromosikan persatuan nasional dan solidaritas rezim. Tidak ada senjata nuklir dan Kim tidak menyampaikan pidato di sana, yang bisa diartikan untuk menjaga acara tetap rendah dan memberikan ruang untuk manuver pembicaraan masa depan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan," kata Yang.