“Dari sudut pandang ini, kami yang bertanda tangan di bawah ini beralih ke saudara dan saudari dalam kemanusiaan, dari semua agama dan tidak mengaku apa-apa, dalam seruan multi-denominasi ini untuk tindakan sejalan dengan inisiatif dan program praktis yang meningkatkan saling pengertian dan saling menghormati. Dengan lebih memahami dan menghormati, akan ada lebih sedikit konflik, agama atau orang lain,” tulis Kedutaan Besar Uzbekistan dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Selasa (14//6/2022).
Para peserta Dialog Deklarasi juga menekankan bahwa seluruh komunitas internasional harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia yang mendasar, yaitu Setiap orang, di mana pun mereka tinggal, memiliki hak memeluk agama apa pun atau tidak memeluk agama apa pun, sedangkan tidak ada yang harus dipaksa untuk menerima ini atau itu iman tunduk pada batasan hukum internasional.
Selain itu, menekankan komitmen kuat pada prinsip-prinsip dirumuskan dalam deklarasi yang diadopsi di Marrakesh (Desember 2016], Jakarta (Desember 2017), Potomac (Juni 2018) dan Puntadel Este (Desember 2018], Mekah (Mei 2019), dan special Resolusi PBB, menegaskan pentingnya faktor agama dalam kehidupan masyarakat modern dan mengundang perwakilan semua agama untuk mempromosikan budaya toleransi dan rasa hormat martabat manusia dalam masyarakat.