BEIRUT, iNews.id - Iran memberi sinyal akan menutup jalur perairan Bab Al Mandab, akses menuju Laut Merah. Untuk mewujudkannya, Iran akan bekerja sama dengan sekutunya, kelompok HouthiYaman.
Langkah ini bisa membuka front pertempuran baru antara Iran melawan AS serta mengganggu dua jalur pasokan energi terpenting di dunia.
Seorang pejabat senior Houthi memperingatkan, militernya siap menutup Selat Bab Al Mandab, langkah yang menurutnya bisa membuat harga minyak melonjak hingga 200 dolar AS per barel. Ancaman itu akan diwujudkan jika Arab Saudi terus menyerang Yaman.
Mohammed Al Farah, anggota biro politik Houthi, menuduh Amerika Serikat (AS) menghasut Arab Saudi untuk menyerang Yaman. Dia menegaskan provokasi seperti itu tidak akan pernah menguntungkan AS.
"Jika situasi saat ini memburuk, Selat Bab Al Mandab dan Selat Hormuz akan ditutup dalam aliansi operasional. Harga minyak kemudian akan meroket hingga 200 dolar per barel, guncangan yang mengerikan," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/7/2026).