Para pejabat yang hadir di antaranya Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Direktur CIA John Ratcliffe.
Pertemuan tersebut berlangsung beberapa jam setelah Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran yang dijadwalkan pada Selasa (19/5/2026).
Portal berita Axios melaporkan, ada indikasi menunjukkan, Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan dimulainya kembali perang terhadap Iran.
Sebelumnya, Trump mengatakan militer AS bisa saja melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan.
Namun Trump menangguhkan serangan tersebut atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA). Menurut dia, permintaan tersebut dibuat karena "negosiasi serius" sedang berlangsung dengan Iran. Para pemimpin negara Timur Tengah berharap bisa menghasilkan kesepakatan yang bisa diterima oleh AS.
Meski demikian Trump menegaskan, AS siap untuk melancarkan serangan skala besar kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.