Ahli paleontologi dari University of Southern California, Erik Seiffert, peneliti sejawat membuat tinjauan penemuan itu dalam jurnal Communications Biology, mengatakan bahwa situs fosil Eosen di Gurun Barat Mesir telah lama menjadi perhatian paling penting di dunia. Fosil dipelajari untuk memahami evolusi awal paus dan peralihannya menjadi hewan sepenuhnya akuatik.
Kawasan Oasis Fayoum berada di sekitar 150 km sebelah barat daya Kairo. Situs Wadi al-Hitan (Lembah Paus) yang berada di dalam kawasan tersebut masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Di tempat itu, ratusan fosil dari beberapa bentuk paus paling awal telah ditemukan.
Hari ini, Fayoum dikenal sebagai oasis di Gurun Barat Mesir. Namun, pada periode Eosen antara 56 hingga 34 juta tahun sialam, wilayah itu terletak di bawah laut tropis.