“Ada laporan baru-baru ini tentang jenis virus Covid-19 yang berpotensi lebih menular yang beredar di Inggris. Para pejabat di Inggris juga prihatin akan keberadaan virus baru ini dan telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, termasuk memberlakukan penguncian baru di London,” ungkap Kemenkes Singapura dalam sebuah pernyataan dikutip Channel News Asia, Selasa (22/12/2020).
“Untuk mengurangi risiko penyebaran ke Singapura, kami memberlakukan pembatasan perbatasan baru bagi para pelancong dari Inggris untuk tindakan pencegahan lebih lanjut,” kata kementerian itu lagi.
Kemunculan varian baru virus Covid-19 yang diberi kode VUI-202012/01 itu diklaim Pemerintah Inggris sebagai penyebab melonjaknya kasus infeksi di negara itu setiap harinya. Lantas, bagaimana Pemerintah Indonesia merespons situasi itu?
Sejauh ini, penerbangan ke Indonesia dari dan ke negara-negara di Eropa khususnya Inggris masih belum ditutup. Karenanya, ada potensi terjadi transmisi penularan varian virus baru Covid-19 ini.
Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya masih terus melakukan kajian terkatit varian baru corona tersebut.
“Ini masih harus dikaji lebih lanjut ya,” ungkapnya melalui pesan singkat kepada Sindo, Selasa (22/12/2020) kemarin.
Nadia mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemenkes terus mengikuti perkembangan dan himbauan dari World Health Organization (WHO) terkait hal ini. “Kami juga masih perlu memperhatikan imbauan WHO, ya,” kata dia.