Filipina Darurat Energi: Banyak Pesawat Tak Bisa Terbang karena Harga Bahan Bakar Naik 100%

Anton Suhartono
Filipina terpaksa mengandangkan banyak pesawat komersial karena krisis energi (Foto: Reuters)

Disebutkan biaya tambahan bahan bakar untuk pemesanan 1-15 April mencapai Level 8, sehingga memaksa maskapai untuk menaikkan tarif penerbangan domestik menjadi 787 peso dan internasional hingga 6.208,98 peso.

Untuk mengatasi tekanan pasokan, Filipina mengimpor minyak mentah Rusia untuk pertama kalinya sejak 5 tahun. Kapal tanker Sara Sky, yang membawa 100.000 ton atau 750.000 barel minyak ESPO Blend dari Kozmino, dalam pelayaran menuju terminal Petron di Bataan, Limay, dan diperkirakan tiba pada 23 atau 25 ​​Maret. Filipina bisa membeli minyak Rusia berdasarkan pengecualian sanksi AS, namun hanya berlaku hingga 11 April.

Petron, kilang minyak terbesar Filipina, dimiliki masing-masing 40 persen oleh Philippine National Oil Company dan 20 persen Saudi Aramco.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Klaim Akan Kuasai Selat Hormuz Bersama Pemimpin Iran Berikutnya

Internasional
12 jam lalu

Breaking News: Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Dampak Konflik Timur Tengah

Internasional
18 jam lalu

Kilang Minyak AS di Texas Meledak, Polisi Tepis Sabotase dari Iran

Internasional
19 jam lalu

Acuhkan Trump, Iran Gempur Israel Luluh Lantakkan Tel Aviv

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal