Ferdinand Marcos Jr Bahas Kelanjutan Perjanjian Militer Filipina dan AS

Anton Suhartono
Ferdinand Marcos Jr (Foto: Reuters)

Pria 64 tahun itu mengatakan, Xi mengakui peran ayahnya dalam membuka hubungan diplomatik dengan China. 

"Jalan ke depan adalah untuk memperluas hubungan kita, bukan hanya diplomatik, bukan hanya perdagangan, tapi juga dalam budaya, bahkan pendidikan, bahkan ilmu pengetahuan, bahkan kesehatan, guna mengatasi ketidaksepakatan sekecil apa pun yang terjadi saat ini," kata Marcos, saat itu. 

Lebih lanjut dia mengatakan kepada Xi, kedua negara tak boleh membiarkan konflik atau permasalahan lain menjadi penting secara historis. 

Hubungan Filipina dan China dalam beberapa tahun terakhir terganjal akibat sengketa perairan di Laut China Selatan. Ketegangan terjadi terkait aktivitas pencairan ikan oleh nelayan China di perairan sengketa serta pencegatan kapal oleh Penjaga Pantai China. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai

57 tahun lalu

Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh

57 tahun lalu

Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap

57 tahun lalu

Israel Ingin Bunuh Mojtaba Khamenei, Iran: Kami Balas, Segera!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal