WASHINGTON, iNews.id - Pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan ancaman serangan dari orang dalam termasuk dari personel militer saat pelantikan Joe Biden.
Biro Penyelidikan Federal (FBI) memperketat pengamanan di Washington DC dengan memeriksa 25.000 pasukan Garda Nasional yang dikerahkan ke ibu kota untuk mengamankan pelantikan pada Rabu (20/1/2021).
Upaya ini mencerminkan kekhawatiran keamanan luar biasa setelah penyerbuan ke Gedung Capitol oleh ratusan pendukung Donald Trump pada 6 Januari. Kerusuhan itu menewaskan lima orang, termasuk seorang polisi.
Peristiwa itu juga menggarisbawahi kekhawatiran bahwa beberapa orang yang ditugaskan melindungi ibu kota selama beberapa hari ke depan bisa menjadi ancaman bagi presiden serta tamu VIP lainnya.
Menteri Angkatan Darat Ryan McCarthy mengatakan, para pejabat menyadari potensi ancaman. Dia pun memperingatkan para komandan untuk mewaspadai setiap anak buahnya yang bertugas. Namun, sejauh ini dia dan para pejabat keamanan lain belum melihat bukti adanya ancaman dari dalam, meski terus mewaspadai.