Harga terakhir adalah 1,1 juta poundsterling dengan biaya tambahan membuat nilai keseluruhan menjadi 1.362.906 poundsterling.
Dari jumlah yang dibayarkan, sang penawar yakin vas itu dibuat untuk Yongzheng yang memerintah Dinasti Qing antara tahun 1722 dan 1735.
“Kami dan vendor sadar ini merupakan bagian penting namun sangat sulit untuk menghargai keramik China. Ini merupakan perkiraan konservatif dan peran kami adalah membawa vas tersebut ke pembeli potensial. Ini adalah hasil yang fenomenal dan ada perasaan yang menggetarkan saat penawaran naik dan naik sampai vas itu diakuisisi oleh pembeli dari Taiwan," bunyi pernyataan Sheppard, dikutip dari The Sun, Rabu (30/12/2020).
Lelang ini melanjutkan tren penjualan seni rupa yang kembali ke Timur Jauh saat kolektor kaya asal Asia membeli kembali warisan mereka yang hilang.
Hanya segelintir vas jenis ini yang diketahui keberadaannya. Benda serupa dari periode yang sama terjual seharga 12,4 juta poundsterling pada 2017.