Kerugian secara keseluruhan bisa mengakibatkan tingkat pengangguran regional meningkat hingga 4 persen, menyebabkan pengangguran sekitar 3,6 juta tenaga kerja serta menjermuskan 4 juta orang dalam kemiskinan.
“Krisis ini membunyikan alarm bagi negara-negara di kawasan,” kata Abdallah Al Dardari, asisten Sekjen PBB yang juga memimpin biro negara-negara Arab di UNDP.
Wilayah yang paling terdampak akan terkonsentrasi di Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Levant, masing-masing diperkirakan mengalami kerugian 5,2 persen dari PDB.
Konflik yang berlangsung 40 hari sebelum gencatan senjata pada 7 April lalu menyebabkan kenaikan harga energi global, membuat gelisah kondisi perekonomian.
Laporan PBB sebelumnya mengungkap, penutupan Selat Hormuz secara efektif meningkatkan harga pangan dan pupuk yang dampaknya sangat memukul negara-negara miskin.