Perusahaan sebelumnya membuat perkiraan awal yakni antara 52 miliar hingga 57 miliar dolar AS.
Dia menambahkan, nilai kerugian sangat bertambah. Para ahli meteorologi memperkirakan angin kencang meningkatkan risiko meluasnya kebakaran pada pekan depan.
Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan, kerusakan disebabkan oleh kebakaran lahan bisa dibandingkan dengan dampak bom nuklir yang dijatuhkan di daerah tersebut.
Surat kabar The Wall Street Journal, mengutip analis JPMorgan, Jimmy Bhullar, sebelumnya melaporkan kerugian ekonomi akibat bencana tersebut diproyeksikan mencapai hampir 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp810,4 triliun. Angka tersebut dua kali lipat dibandingkan estimasi yang dikeluarkan sehari sebelumnya.
Angka kerugian tersebut termasuk asuransi yang melebihi 20 miliar dolar AS. Bahkan angka itu bisa meningkat jika kebakaran masih berlangsung.