WASHINGTON, iNews.id - Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran mungkin membengkak hampir dua kali lipat dari perkiraan awal Departemen Pertahanan (Pentagon) sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp433 triliun.
Beberapa sumber pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN, angka tersebut belum memperhitungkan pembangunan kembali pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah yang hancur dan rusak akibat serangan balasan Iran.
Pengawas Keuangan Pentagon Jules Hurst III sebelumnya mengatakan, anggaran perang melawan Iran mencapai sekitar 25 miliar dolar AS.
Meski demikian, tiga sumber pejabat mengatakan, perkiraan tersebut terlalu rendah. Biaya sebenarnya bisa mencapai 40-50 miliar dolar AS (antara Rp693 triliun-Rp866 triliun) jika memasukkan pembangunan kembali atau perbaikan fasilitas militer serta mengganti peralatan yang hancur.
"Jumlah yang diumumkan Pentagon belum termasuk biaya perbaikan kerusakan signifikan pada pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut," demikian isi laporan.