2. Mengadopsi “Terusan Para Firaun”
Terusan Suez yang ada saat ini disebut-sebut mengadopsi pembangunan saluran air buatan manusia pada zaman Mesir Kuno. Laman History melansir, firaun Mesir yang bernama Senusret III diyakini membangun kanal untuk pertama kalinya yang menghubungkan Laut Merah dan Sungai Nil pada 1850 SM.
Menurut sumber kuno, Firaun Nekho II dan penakluk dari Persia, Darius, diyakini juga mengerjakan proyek serupa. Kanal itu dikatakan selesai pada abad ke-3 SM selama Dinasti Ptolemeus. Banyak pula tokoh sejarah, termasuk Cleopatra, diyakini pernah mengunjunginya.
Jauh sebelum Terusan Suez modern, “Terusan Para Firaun” kuno ini telah lebih dulu digunakan untuk mengakses Laut Mediterania.
3. Dibangun ketika Mesir di bawah kendali Kesultanan Utsmaniyah
Perencanaan Terusan Suez secara resmi dimulai pada 1854, oleh seorang mantan diplomat Prancis bernama Ferdinand de Lesseps. Dia menegosiasikan kesepakatan dengan Pemerintah Mesir untuk membentuk Perusahaan Terusan Suez.
Terusan ini dibangun ketika Mesir masih berada di bawah kendali Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) pada pertengahan abad ke-19. Konstruksi pembangunan Terusan Suez dimulai di Port Said hingga akhirnya bisa diresmikan di Mesir pada Desember 1869.