Fakta-Fakta Menarik Jelang Salat Jumat Pertama di Masjid Hagia Sophia

Arif Budiwinarto
Hagia Sophia di kota Istanbul (foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id -Hagia Sophia akan menggelar salat Jumat pertama setelah perubahan statusnya menjadi masjid. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyambut momen tersebut.

Hagia Sophia resmi beralih fungsi menjadi rumah ibadah bagi Muslim setelah Parlemen Turki menyetujui langkah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan awal Juli ini. Sebelumnya, bangunan abad keenam itu berstatus sebagai museum dan tercatat di UNESCO sebagai peninggalan bersejarah.

Dalam perjalanannya, Hagia Sophia beberapa kali mengalami perubahan fungsi. Di awal pembangunan di era kekaisaran Romawi Timur (Byzantium), bangunan tersebut berfungsi sebagai gereja.

Kemudian setelah penaklukkan oleh Kekaisaran Utsmani (Ottoman) Hagia Sophia diubah menjadi masjid. Pada masa pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk yang dikenal sebagai tokoh sekuler, Hagia Sophia diubah statusnya sebagai museum.

Untuk menandai kembalinya Hagia Sophia sebagai masjid, Presiden Erdogan akan menggelar ibadah salat Jumat pertama di bangunan yang identik dengan empat menara dan kubah besar itu pada Jumat siang ini waktu setempat.

Sejumlah persiapan telah dilakukan sejak pekan lalu untuk mendukung kelancaran acara tersebut. Berikut ini beberapa fakta menarik jelang acara salat Jumat pertama di Hagia Sophia.


1. Menutup Mosaik di Tembok dan Langit-langit

Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengunjungi Hagia Sophia pada 19 Juli lalu, dia memantau langsung proses persiapan di bangunan abad ke-17 itu. Para pekerja dengan hati-hati menutup mosaik dan lukisan dinding Hagia Sophia dengan tirai, tanpa menggunakan paku.

Mosaik Theokos setinggi 6,5 meter dan Gabriel setinggi 7,5 meter yang terlihat dari lantai bawah akan "disembunyikan" selama salat Jumat berlangsung. Sementara bagian lantai akan dilapisi karpet tebal.


2. Lantai ditutupi karpet anti-bakteri

Selama proses persiapan, lantai Hagia Sophia ditutupi kartpet berwarna hijau tosca agar tekstur dan arsitektur bangunan bersejarah itu tidak rusak.

Karpet tersebut memiliki ketebalan 16 milimeter dan berat 5 kilogram per satu meter persegi. Pembuatannya menggunakan teknologi tinggi dengan memadukan bahan akrilik, nilon, turunan minyak bumi, dan produk karsiogenik.

Selain itu, karpet juga dipastikan anti-bakteri, tidak mengandung virus serta tidak mudah terbakar.

Pemasangan karpet tebal di lantai Hagia Sophia jelang ibadah Solat Jumat pertama setelah status bangunan ikonik itu berubah jadi masjid (foto: TurkeyDailyNews)
Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
10 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

13 hari lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

17 hari lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

1 bulan lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal