Erdogan: Selama Saya Presiden Turki, Tak Ada Negara yang Dukung Terorisme Bisa Masuk NATO!

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan menegaskan selama dirinya menjadi presiden Turki, tak ada negara pendukung terorisme yang bisa masuk NATO (Foto: Reuters)

ISTANBUL, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan sikap negaranya yang tak mendukung keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO. Menurut Erdogan, Tukri tak bisa memberikan kata iya terhadap negara-negara yang mendukung terorisme.

"Selama Tayyip Erdogan menjadi kepala Republik Turki, kami pasti tidak bisa mengatakan 'iya' kepada negara-negara yang mendukung terorisme untuk masuk NATO," katanya, sekembalinya dari kunjungan ke Azerbaijan, seperti dilaporkan Reuters, Minggu (29/5/2022).

Turki menentang keanggotaan Finlandia dan Swedia karena kedua negara itu menampung orang-orang yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang dimasukkan dalam daftar teroris oleh Turki. Selain itu kedua Finlandia dan Swedia menghentikan ekspor senjata ke Turki sejak 2019. 

Dua orang sumber sebelumnya mengatakan kepada Reuters, pembicaraan delegasi Turki dengan perwakilan kedua negara hanya menghasilkan sedikit kemajuan. Namun setelah itu tak ada kesepakatan kapan dilanjutkan.

Finlandia dan Swedia bisa diterima sebagai anggota NATO jika 30 anggotanya setuju.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal