Erdogan: Selama Saya Presiden Turki, Tak Ada Negara yang Dukung Terorisme Bisa Masuk NATO!

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan menegaskan selama dirinya menjadi presiden Turki, tak ada negara pendukung terorisme yang bisa masuk NATO (Foto: Reuters)

"Mereka tidak jujur ​​atau tulus. Kami tidak bisa mengulangi kesalahan yang dibuat di masa lalu mengenai negara-negara yang merangkul dan memberi makan teroris seperti itu di NATO, yang merupakan organisasi keamanan," kata Erdogan.

Sementara itu Finlandia dan Swedia menegaskan telah mengutuk terorisme dan menyambut baik kemungkinan untuk membahas lebih kanjut isu ini dengan Turki.

"Upaya diplomatik sedang berlangsung. Kami menolak berkomentar lebih lanjut saat ini," kata Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde, mengomentari pernyataan terbaru Erdogan ini.

Lebih lanjut Erdogan juga mengomentari perang Rusia dan Ukraina. Menurut dia, Turki ingin mengakhiri perang sesegera mungkin, namun situasinya menjadi semakin sulit dari hari ke hari.

"Pada Senin, saya akan berbicara melalui panggilan telepon dengan Rusia dan Ukraina. Kami akan terus mendorong kedua pihak untuk mengoperasikan saluran dialog dan diplomasi," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

AS Akan Serang Iran Habis-habisan jika Terus Ulur Waktu Sepakati Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal