Erdogan Sebut Cara AS Kejam saat Tangani Aksi Bela Palestina di Kampus-Kampus

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

Turki adalah sekutu Amerika Serikat di NATO. Akan tetapi, Ankara kerap berbeda pandangan dengan Washington DC dalam berbagai urusan. Salah satunya soal konflik Timur Tengah, di mana Turki dengan tajam mengkritik serangan Israel di Gaza. Menurut Turki, Israel mendapat dukungan tanpa syarat dari negara-negara Barat, termasuk AS, untuk membantai rakyat Palestina.

AS adalah pemasok utama senjata ke Israel. Negara adidaya itu sudah berulang kali pasang badan demi melindungi negara zionis tersebut dalam berbagai pemungutan suara penting di PBB.

“Batasan demokrasi Barat ditentukan oleh kepentingan Israel. Apa pun yang melanggar kepentingan Israel akan mereka anggap sebagai antidemokrasi dan antisemit,” kata Erdogan. 

Perang di Jalur Gaza meletus setelah kelompok pejuang Hamas melancarkan serangan terhadap Israel Selatan pada 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.200 orang, terdiri atas anggota militer dan warga sipil. 

Serangan balasan Israel terhadap Hamas yang dimulai pada hari yang sama telah menewaskan sedikitnya 34.568 warga sipil Palestina di Gaza hingga hari ini. Sebagian besar dari korban yang gugur itu adalah perempuan dan anak-anak.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sadis! Israel Bom Tenda Pengungsi Gaza, 6 Orang Tewas 10 Luka termasuk Anak-Anak

57 tahun lalu

Biadab! Tentara Israel Bunuh Bayi Palestina Umur 7 Bulan di Tepi Barat

57 tahun lalu

Irlandia Hukum Menteri Israel Ben Gvir dan Smotrich Buntut Penyiksaan Aktivis GSF

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal