Erdogan Beri Isyarat Dahulukan Finlandia untuk Gabung di NATO daripada Swedia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

Ekstradisi para anggota PKK menjadi bagian dari perjanjian Turki dengan Swedia dan Finlandia yang diteken pada Juni lalu sehubungan dengan lamaran kedua negara Nordik itu untuk masuk NATO.

Turki menangguhkan pembahasan keanggotaan NATO dengan Swedia dan Finlandia pekan lalu, menyusul aksi pembakaran mushaf Alquran oleh politikus radikal sayap kanan Rasmus Paludan di Stockholm.

Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson mengatakan, negaranya ingin memulihkan dialog terkait NATO dengan Turki. Akan tetapi tetapi, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, tidak ada artinya untuk memulai kembali pembicaraan tersebut dengan Stockholm.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal