Erdogan Bakal Temui Trump Bahas Pembentukan Zona Aman Suriah

Nathania Riris Michico
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump. (FOTO: Murat CETINMUHURDAR / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP)

AS berusaha menghentikan operasi Turki terhadap milisi Kurdi Suriah yang didukung AS, yang dianggap Turki sebagai cabang "teroris" dari militan Kurdi di Turki.

AS bekerja erat dengan milisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) melawan kelompok ISIS, merebut sebagian wilayah yang dikuasai jihadis itu.

Setelah pembicaraan berakhir dengan perjanjian pada Agustus, Turki dan AS sepakat mengadakan patroli di darat dan udara bersama di Suriah utara. Namun, Turki menuduh AS mengulur-ulur pembentukan "zona aman".

Kedua pemimpin membahas "zona aman" selama panggilan telepon, dan Erdogan menegaskan dia akan menciptakan kondisi yang diperlukan bagi pengungsi Suriah untuk kembali ke negara mereka.

Turki menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah, namun ada reaksi publik yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir terhadap kehadiran mereka di Turki.

Turki dua kali melancarkan operasi militer melawan ISIS pada 2016 dan YPG pada 2018, mendukung pemberontak Suriah untuk merebut wilayah di utara Suriah.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

57 tahun lalu

Tegas! Trump Sebut AS Berusaha Bikin Netanyahu Waras

57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal