"Sebelum menjadi pembeli di pasar senjata, Iran memiliki kemampuan untuk memasok negara lain," kata juru bicara Kemlu Iran, Saeed Khatibdzadeh dikutip dari AFP, Senin (19/10/2020).
Saeed menyebut program penjualan senjata Iran bertujuan untuk menjaga perdamaian dan melindungi kepentingan dalam domestik negara. Pernyataan itu menyindir langkah AS memasok senjata ke Arab Saudi yang memimpin koalisi militer di Yaman memerangi pemberontak Houthi.
"Tentu saja, Iran tidak seperti Amerika Serikat yang presidennya berusaha menjual senjata mematikan untuk membantai rakyat Yaman," tambahnya.
Iran mampu menciptakan senjata mandiri...
Pencabutan embargo senjata memungkinkan Iran untuk membeli dan menjual peralatan militer termasuk tank, kendaraan lapis baja, pesawat tempur, helikopter dan artileri berat.
Saeed menegaskan Iran akan bertanggung jawab dalam penjualan senjata ke negara lain berdasarkan perhitungannya sendiri.
Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, mengatakan rencana ekspor senjata oleh negaranya menjadi penegasan bawah negara Teluk itu memiliki kemandirian dan kemampuan menciptakan alat pertahanan dalam negeri yang berkualitas.
"Perang Iran-Irak pada 19800-an mengajarkan kami pentingnya kemandirian dan memproduksi 90 persen kebutuhan pertahanan kita secara lokal, ujarnya.