Untuk diketahui, “vox populi, vox Dei” adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang berarti “suara rakyat adalah suara Tuhan.”
Lebih dari 15 juta pengguna Twitter berpartisipasi dalam jajak pendapat yang dibuat Musk akhir pekan lalu. Hasilnya, sebanyak 51,8 persen dari mereka menyatakan dukungan untuk pemulihan akun Trump. Sementara 48,2 persen lagi memilih menentangnya.
Sementara Trump mengatakan, dia akan tetap menggunakan platform medsosTruth Social miliknya sendiri. “Berikan suara sekarang dengan positif, tapi jangan khawatir, kami tidak ke mana-mana. Truth Social itu istimewa!" tulis Trump.
Twitter menangguhkan akun Trump pascakerusuhan di US Capitol pada 6 Januari 2021. Perusahaan medsos yang berbasis di San Francisco, California, itu menganggap aktivitasnya terkait kerusuhan tersebut melanggar kebijakan mereka.
Trump kemudian meluncurkan jejaring sosial baru bernama Truth Social. Tujuannya adalah untuk melawan sensor Big Tech dan melindungi hak kebebasan berbicara dan berekspresi.
Pada 28 Oktober, Musk mengakuisisi Twitter dengan biaya mencapai 44 miliar dolar AS. Setelah pengambilalihan medsos itu, Musk membuat perubahan signifikan terhadap kebijakan perusahaan.