Elite Militer Israel Pecah, Kritik Kebrutalan Perang Netanyahu di Gaza

Anton Suhartono
Perang di Gaza tak hanya mengoyak kehidupan jutaan warga Palestina, tetapi juga mulai menimbulkan keretakan di tubuh elite militer dan keamanan Israel (Foto: AP)

Istilah "bendera hitam" merujuk pada doktrin dalam militer Israel yang menyatakan bahwa perintah ilegal wajib ditolak oleh prajurit, bahkan jika datang dari atasan tertinggi.

Kritik atas Proyek Kamp Pengungsian

Salah satu sorotan utama Yaalon adalah rencana pembangunan “kota kemanusiaan” di Rafah oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Proyek ini akan merelokasi hingga 600.000 warga Palestina dalam tenda-tenda, di bawah pengawasan keamanan ketat, sebelum diarahkan keluar Gaza.

“Membuat penduduk kelaparan demi memaksa mereka pindah adalah kegagalan moral total,” katanya.

Yaalon menyebut langkah-langkah tersebut sebagai upaya sistematis pengusiran paksa yang disamarkan dalam istilah kemanusiaan, namun pada hakikatnya melanggar hukum perang.

Kemarahan atas Pembiaran Nasib Sandera

Tak hanya soal warga Palestina, Yaalon juga menyoroti sikap pemerintahan Netanyahu terhadap para sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Ia menuding pemerintah sengaja mengabaikan upaya penyelamatan sandera demi mempertahankan momentum politik perang.

“Membiarkan para sandera terlantar demi kepentingan politik adalah kejahatan moral yang tak termaafkan,” ujarnya.

Pernyataan Yaalon menuai reaksi keras dari kalangan sayap kanan Israel yang menyebutnya "pengkhianat" dan "melemahkan semangat tempur di masa perang". Namun, di kalangan masyarakat sipil dan sejumlah tokoh oposisi, Yaalon justru dianggap sebagai suara nurani yang langka di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut

57 tahun lalu

Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal